Proses Hipnotis / Hypnotherapy

Apa yang dijelaskan di bawah ini adalah proses hipnotis yang mengacu pada praktek hipnotis klasik. Apa itu hipnotis klasik? hipnotis klasik adalah teori dan praktek hipnotis yang berkembang sebelum masa Dr. Milton H. Erickson. Ciri khas dari hipnotis klasik adalah klien harus melalui fase trance "semacam tidur" sebelum terapi yang sesungguhnya dimulai. hipnotis klasik adalah teknik hipnotis yang paling populer.
Hypnotherapy bisa saja dilakukan dengan tanpa melalui trance, tapi kebanyakan klien dan hypnotherapist merasa lebih nyaman apabila melakukan terapi dengan gaya hipnotis klasik. Kami mengutamakan prosedur hipnotis klasik dalam setiap sesi hypnotherapy yang kami lakukan. Namun tidak jarang, kami menggunakan waking hipnotis, NLP dan EFT. Semua itu disesuaikan dengan kondisi klien.
  1. Pre-Induction

    Ketika Anda pertama kali mengetahui suatu informasi tentang kami atau pada waktu bertemu kami, inilah yang disebut Pre-Induction, tahap sebelum dimulai induksi. Setelah Anda mengisi formulir terapi, kami membuka percakapan mengenai masalah Anda, menghilangkan miskonsepsi dan rasa takut Anda terhadap hipnotis, serta menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda. Pre-Induction juga disebut tahap Pre-Talk.
  2. Suggestibility Test / Uji sugestibilitas
    Uji sugestibilitas digunakan untuk mengetahui apakah seseorang memiliki tipe physical suggestibility (sugestibilitas fisik) atau emotional suggestibility (sungestibilitas perasaan). Mengetahui tipe sugestibilitas seseorang sangat penting untuk menentukan tipe induksi yang digunakan dan teknik terapi yang cocok.
  1. Induction / Induksi
    Induksi (dalam bahasa hipnotis) adalah cara yang digunakan oleh hipnotist untuk membimbing klien mengalami trance hipnotis. Trance hipnotis adalah suatu kondisi kesadaran dimana bagian kritis pikiran sadar tidak aktif, sehingga klien sangat reseptif terhadap sugesti yang diberikan oleh hipnotist. Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk induksi. Akan sangat panjang dan terlalu teknis bila kami jelaskan disini. Cukup Anda perhatikan satu hal penting ini: Syarat utama agar proses induksi berjalan lancar adalah Anda harus bersedia dihipnotis. Bila Anda menolak dihipnotis maka kami atau siapapun tidak akan mampu menghipnotis Anda. hipnotis tidak bisa diterapkan secara paksa.
  1. Deepening

    Deepening merupakan kelanjutan dari induksi. Tujuannya dari penggunaan teknik deepening adalah untuk membuat klien semakin suggestible (meningkatkan kemampuan untuk menerima sugesti). Kita mengenal ada beberapa tingkatan trance hipnotis. Secara sederhana kita bisa membagi tingkatan trance hipnotis menjadi light trance, medium trance, deep trance atau somnambulism. Somnambulism adalah kondisi mental dimana pikiran subjek menjadi sangat sugestif. Level trance hipnotis yang paling tepat untuk terapi ataupun untuk stage hipnotis adalah somnambulism. Oleh karena itu, apabila setelah induksi seorang klien belum mencapai kondisi somnambulism, hipnotist perlu melakukan deepening dengan teknik tertentu yang bisa membuat klien mengalami somnambulism. Untuk mengetahui tingkat tance hipnotis yang dialami klien, hipnotist bisa melakukan trance level test, atau bagi hipnotist yang berpengalaman cukup melihat dari tanda-tanda yang ditunjukkan klien.
  1. Terapi Pikiran Dimulai
    Banyak hipnotist pemula yang kurang memahami bahwa dalam menjalankan hypnotherapy, ada teknik-teknik tertentu yang harus dikuasai. Sering kali ada hipnotist pemula yang karena sudah menguasai teknik induksi (membimbing orang mengalami trance hipnotis), maka dia merasa sudah menguasai seluruh ilmu hipnotis. Misalkan komputer dengan OS Windows, teknik induksi hanyalah password. Orang yang mengetahui password dan berhasil membuka windows belum tentu memahami cara mengoperasikan atau membuat program komputer dengan benar, salah-salah malah bisa merusaknya. Begitu juga dengan hipnotis, orang yang baru bisa menghipnotis belum tentu bisa melakukan terapi untuk menyelesaikan masalah yang serius. Dalam banyak kasus, memberi sugesti secara langsung (direct suggestion) memang sangat efektif dan sudah bisa membuat klien mengalami perubahan drastis. Namun apabila masalah yang dihadapi klien sebenarnya disebabkan oleh peristiwa traumatik di masa lalu, maka perlu dilakukan teknik khusus seperti age regression, time line therapy, hipnoanalisa, forgiveness therapy, chair therapy, atau teknik-teknik lainnya.
  1. Terminasi / Mengakhiri Sesi Hypnotherapy
    Membangunkan klien dari hipnotis adalah hal yang paling mudah dan menyenangkan, lebih mudah daripada membangunkan remaja di hari minggu. Siapapun tidak perlu takut dihipnotis karena takut tidak bisa bangun. Sepanjang sejarah penggunaan hipnotis yang saya tahu, tidak satupun orang yang tidak bisa bangun dari kondisi hipnotis.

    Sumber: Hypnosis45

Pola Bahasa Hipnotis Milton

 Cause and Effect
Mengimplikasikan sesuatu terjadi karena disebabkan sesuatu lainnya.
“Jika Anda menarik nafas lebih dalam, Anda akan terhipnotis lebih cepat.”
“Karena dengan mata terpejam, Anda dapat membayangkan…”

Complex Equivalence
Memberikan kesejajaran arti atau nilai dari dua hal yang berbeda.
“Anda senang berolahraga. Anda menikmati udara segar. Itu artinya Anda lebih menyukai kesehatan daripada merusak paru-paru dengan kebiasaan merokok.”
“Bahu dan lengan Anda lemas. Pernafasan Anda melambat. Itu artinya Anda sedang melayang dalam hipnosa yang menyenangkan.”

Generalization
Memberikan pernyataan yang bersifat universal dan generalisasi.
“Seluruh anggota tubuh Anda terasa ringan, lepas, melayang…”
“Rasakan setiap Anda membuang nafas, rasa sakit hati itu…”

Mind Reading
Menyampaikan sebuah info yang seolah-olah hanya diketahui oleh klien.
“Saya merasa Anda sedang memikirkan…”
“Saya menyukai gambar yang muncul dalam imajinasi Anda. Bagus sekali.”

Nominalization
Mengubah kata kerja menjadi kata benda.
“Anda akan mengalami perubahan, mendapatkan pengetahuan…”
“Kebahagiaan Anda terletak pada keputusan, bukan perasaan…”

Tag Question
Memberikan penekanan dengan menaruh negasi di akhir kalimat.
“Anda sulit untuk membuka mata, bukan?’
“Rasa cinta dan perasaan sayang itu muncul kembali, bukan begitu?”

Presuppositions
Menyelipkan asumsi ke dalam pernyataan.
“Biarkan rasa rileks itu menguasai Anda sembari mata tertutup dengan sendirinya.”
“Sewaktu menikmati trance, apakah Anda ingin mata terbuka atau terpejam?

Pacing and Leading
Menuntun dengan cara memberi kumpulan deskripsi kejadian yang berlangsung.
“Anda sedang duduk, mendengarkan suara saya, dengan mata terpejam…”
“Menarik nafas, jantung berdetak, aliran darah mengisi setiap sel-sel yang…”

Double Binds
Memberikan ilusi seolah-olah klien memiliki pilihan.
“Terserah alam bawah sadar apakah ingin menutup mata sekarang atau nanti.”
“Tentukan antara memaafkannya atau menberikannya kesempatan kedua.”

Embedded Commands
Menyelipkan kalimat perintah dalam sebuah pernyataan.
“Dapatkah Anda nikmati ketenangan ini sekarang?”
“Ini semua akan terasa mudah ketika Anda luangkan waktu sejenak untuk tenggelamkan diri di dalam trance yang nyaman.”

Resistance Dodge
Memodifikasi pernyataan agar menjadi lebih tepat.
“Anda dapat berimajinasi kesembuhan di lutut kanan Anda… atau kiri.”
“Saya ingin tahu bagaimana Anda memaafkan kesalahannya… atau tidak.

Negative Conditioning
Menanamkan kegagalan pada sebuah aktifitas yang disugesti.
“Coba untuk menggerakkan tangan Anda yang sudah menjadi semakin kaku.”
“Sekalipun berat, tidak ada salahnya untuk mencoba mengangkat kepala…”

Pengertian Hipnotis dan Trance

Hipnotis berasal dari kata Yunani ‘hypnos’ yang berarti ‘tertidur’, sekalipun pada prakteknya, orang yang terhipnotis tidak sama dengan tidur. Berikut adalah variasi penjelasan tentang fenomena hipnotis:
A trance-like state in which a person becomes more aware and focused and is more open to suggestion.”
A sleep-like state usually induced by another person in which the subject retains awareness of the presence of the hypnotist and where the subject is susceptible to heightened suggestibility.”
An artificially induced altered state of consciousness, characterized by heightened suggestibility and receptivity to direction. An altered state of consciousness involving a heightened degree of suggestibility.”
Artificially induced alteration of consciousness characterized by increased suggestibility and receptivity to direction.”
A trancelike condition usually induced by another person in which the subject is in a state of altered consciousness and responds, with certain limitations, to the suggestions of the hypnotist.”
Hypnotic trance is a naturally occurring state, like sleep or daydreaming, where attention is turned inward, with heightened openness to new ideas. Hypnotherapy induces the trance state of heightened receptivity, and offers direct or indirect suggestions to the unconscious, which it may or may not accept.”
Jadi sebenarnya hipnotis adalah salah satu bentuk kondisi kesadaran yang sangat rileks dan responsif terhadap arahan orang lain ataupun diri sendiri. Rileks berarti Anda melepaskan diri dari kesibukan berlogika, lepas dari memikirkan agenda kegiatan sehari-hari. Kondisi ini bisa dicapai dengan cara menembus atau menonaktifkan filter kritis dari CM agar kita dapat berkomunikasi langsung dengan alam bawah sadar (SM). Jadi tiga buah fenomena yang wajib terjadi dalam proses trance adalah:
a. Penerobosan filter pikiran kritis,
b. Peningkatan sugestibilitas,
c. Pemikiran yang selektif atau terpusat.
Tugas seorang hipnotis adalah memastikan subyek Anda mengalami ketiga hal tersebut, tentunya perlu mendapat persetujuan dan kerjasama darinya.

Jenis hipnotis Menurut Manfaatnya

Banyak sekali manfaat hipnotis. Karena terlalu banyak dan sangat bervariasi, tidak seorangpun yang bisa secara pasti menyebutkan apa saja manfaat yang bisa diperoleh dari hipnotis. hipnotis bisa berperan hampir di semua bidang kehidupan yang melibatkan pikiran manusia. Jenis-jenis hipnotis di bawah ini dibedakan bedasarkan bidang aplikasinya yang paling populer dalam dunia hipnotis.
  1. HYPNOTHERAPY / CLINICAL Hypnosis

    Hypnotherapy atau Clinical hypnosis adalah aplikasi hipnotis dalam menyembuhkan gangguan mental dan meringankan gangguan fisik. hipnotis telah terbukti secara medis bisa mengatasi berbagai macam gangguan psikologis maupun fisik. hipnotis, tidak seperti cara pengobatan lain yang mengobati gejala (simptom) atau akibat yang muncul. Hynosis ber-urusan langsung dengan penyebab suatu masalah. Dengan menghilangkan penyebabnya maka secara otomatis akibat yang ditimbulkan akan lenyap atau tersembuhkan.

    Kita ambil contoh kasus Psikosomatis. Jika seseorang menderita psikosomatis misalnya nyeri punggung yang tak kunjung sembuh, dia bisa saja menggunakan obat penahan rasa sakit untuk menghilangkan rasa sakit di punggungnya. Namun hilangnya rasa sakit itu hanya sementara, setelah pengaruh obatnya hilang dia akan merasa sakit lagi dan meminum obat lagi. Ini sama sekali bukan penyembuhan. Orang tidak akan benar-benar sembuh dengan cara itu. Obat hanya akan melemahkan kita karena hidup kita menjadi tergantung dengan obat itu. Dengan hipnotis, psikosomatis bisa sembuh permanen dalam waktu sangat singkat.

  1. MEDICAL AND DENTAL Hypnosis

    Yaitu penggunaan hipnotis untuk dunia medis, terutama oleh dokter ahli bedah dan dokter gigi dalam menciptakan efek anesthesia tanpa menggunakan obat bius. Teknik hipnotis yang digunakan untuk anestesi sudah digunakan oleh John Elliotson (1791 -1868). Elliotson adalah dokter yang pertama kali menggunakan mesmerisme (nama kuno dari hipnotism) untuk melakukan pembedahan tanpa rasa sakit. Catatan: pada masa itu belum ditemukan obat bius yang disuntikkan ataupun dihirup.

  1. COMEDY Hypnosis

    Comedy hipnotis adalah hipnotis yang digunakan untuk hiburan semata. Comedy hipnotis juga sering disebut sebagai Stage hipnotis. Dinamakan stage hipnotis atau hipnotis panggung karena pada awalnya hipnotis untuk hiburan hanya diperankan di atas panggung. Namun Comedy hipnotis sekarang tidak terbatas dalam panggung. Di jalan, taman, mall, kampus atau dimana saja Anda bisa mempraktekkan Comedy hipnotis.

    Untuk mempelajari Comedy hipnotis sangat mudah. Anda hanya butuh waktu beberapa jam saja, dan sudah siap untuk terjun ke lapangan. Jika Anda pernah melihat acara stage hipnotis, mungkin Anda menjadi takut dengan hipnotis karena sepertinya seorang hipnotist bisa se-enaknya mengendalikan subjek (orang yang dihipnotis).

    Sebenarnya tidak ada orang lain yang bisa mengendalikan Anda, kecuali Anda mengizinkan untuk dikendalikan. Semua subjek yang menjadi peserta stage hipnotis sudah mengizinkan dirinya untuk dihipnotis, dan secara tidak langsung dia juga mengizinkan dirinya untuk "dipermainkan" oleh hipnotist. Jika dirinya tidak mau ditertawakan, pastinya dia tidak bersedia dihipnotis. Seandainya Anda menolak untuk dihipnotis, maka sekuat apapun hipnotist berusaha, Anda tidak akan bisa terhipnotis.

  1. FORENSIC Hypnosis

    Dalam penyelidikan kepolisian, hipnotis bisa digunakan untuk menggali informasi dari saksi. Suatu kejadian traumatis seperti dalam kasus kejahatan yang menakutkan cenderung membuat pikiran bawah sadar menyembunyikan ingatan yang lengkap tentang kejadian tersebut agar tidak bisa diingat oleh pikiran sadar. Tujuan pikiran sadar menyembunyikan informasi itu sesungguhnya untuk kebaikan diri sendiri, karena apabila kejadian itu bisa diingat dalam kondisi sadar, maka rasa ketakutan akan sering muncul tanpa sebab. Dengan bantuan hipnotis, korban atau saksi bisa mengingat kembali dengan sangat jelas.

    Hipnotis tidak bisa digunakan untuk mendapatkan pengakuan yang jujur dari pelaku kriminal. Pertama karena pelaku kejahatan pasti akan menolak untuk dihipnotis, dan kedua dalam kondisi hipnotis, seseorang tetap bisa berbohong. hipnotis berperan mengungkap kejahatan jika diterapkan kepada saksi atau korban. Dengan teknik regresi atau hypernesia, saksi atau korban kejahatan bisa menceritakan dengan sangat rinci tentang peristiwa yang pernah dialaminya.

  1. METAPHYSICAL Hypnosis

    Metaphysical Hypnosis adalah aplikasi hipnotis dalam meneliti berbagai fenomena metafisik seperti Out of Body Travel, ESP, Clairvoyance, Clairaudience, Komunikasi dengan inner-self, meditasi, mengakses kekuatan superconscious mind dan eksperimen-eksperimen metafisika lainnya. Kebetulan kami kurang tertarik untuk mengembangkan Metaphysical hipnotis. Dengan kata lain, kami bukan tempat bertanya yang tepat apabila anda punya pertanyaan tentang manfaat hipnotis untuk hal-hal metafisik tersebut.

Latihan Menghipnotis Teman

Pada tahap ini, saya harap Anda sudah menghabiskan waktu berlatih latihan awal menghipnotis diri sendiri dari artikel Self Hypnosis. Jika belum, saya sarankan untuk kembali lagi dan berlatih belasan kali di sana Sudah? Bagus. Kini seharusnya Anda sudah memiliki cukup keberanian untuk mencoba menghipnotis orang lain untuk keperluan terapi.
Berikut adalah beberapa tips yang perlu Anda perhatikan untuk meningkatkan keberhasilan terapi:
Cari sahabat atau kenalan Anda yang mengalami kebiasaan buruk tertentu atau ingin memperbaiki sikap mentalnya yang kurang baik. Kasus-kasus yang bagus untuk latihan adalah tidak percaya diri atau minder, sulit konsentrasi, cepat lelah, takut presentasi, atau kecemasan performa lainnya. Sesuai dengan pengalaman Anda selama ini, ingat baik-baik bahwa semua orang bisa dihipnotis, asalkan ia bersedia melakukan. Jika subyek Anda bersedia namun masih kesulitan merasakan trance, kemungkinan besar karena ia masih memiliki mispersepsi atau ketakutan tentang hipnotis. Bereskan halangan ini hingga tuntas sebelum memulai proses terapi.
Mulai hipnotis dengan dua atau tiga buah tes sugestibilitas. Jelaskan apa yang akan terjadi dengan masing-masing tes agar subyek Anda terbangun ekspektasinya. Anda juga dapat mengkombinasikan tes sugestibilitas dengan autogenic trance dan induksi relaksasi progresif.
Anda bisa mengingatkan subyek Anda, “Yang melakukan hipnotis adalah diri Anda sendiri. Saya tidak menghipnotis Anda ataupun mengendalikan tubuh Anda. Anda sendiri yang melakukannya dengan cara mengikuti sugesti saya satu per satu. Jika Anda mengerti maksud saya, anggukkan kepala.” Dengan demikian, Anda memastikannya untuk mengerti dan menuruti setiap arahan yang Anda berikan.
Anda juga dapat menambah efek trance dengan cara menyentuhnya, dengan lembut atau tegas, sesuai dengan sugesti yang diberikan. Misalnya menekan lengannya dengan lembut ketika berkata, “Ijinkan otot Anda… melemas, lepas…” Rata-rata hampir semua orang sudah pernah melihat di TV tentang hipnotis yang menjentikkan jari, jadi gunakan juga hal itu untuk memberi penekanan pada induksi atau sugesti.
Jika subyek Anda ternyata cukup sulit diinduksi, jangan tunjukkan hal tersebut kepadanya. Kendalikan emosi dan suara Anda, tetap percaya diri dan menggunakan banyak pujian dan dorongan seperti, “Ya tepat sekali, perlahan-lahan saja, sedikit demi sedikit seperti itu…” sekalipun Anda belum melihat respon yang sesuai.
Beri sebanyak mungkin convincers agar subyek Anda tenggelam semakin dalam, lalu tanam sugesti terapi Anda berulang-ulang. Semakin banyak, semakin baik.


Miskonsepsi Tentang Ilmu Hipnotis

Di bawah ini coba sebutkan beberapa miskonsepsi hipnotis, disertai dengan penjelasan yang benar mengenai miskonsepsi tersebut.
Miskonsepsi : Hipnotist (orang yang menghipnotis) menggunakan kekuatan supranatural tertentu yang bisa mempengaruhi atau mengendalikan pikiran orang lain.
Hipnotis adalah ilmu pengetahuan yang ilmiah walaupun terlihat misterius bagi orang yang belum mengenalnya. Seorang ahli hipnotis tidak menggunakan kekuatan supranatural, gaib, mistik, bantuan jin dan sebagainya. hipnotis menggunakan kekuatan sugesti atau pengaruh kata-kata yang disampaikan dengan teknik-teknik khusus. Satu-satunya kekuatan dalam hipnotis adalah kata-kata dan pemahaman bahasa. Anda hanya bisa terhipnotis jika anda memahami bahasa orang yang menghipnotis anda. Misalnya ada pakar hipnotis dari Amerika datang untuk menghipnotis orang Indonesia, maka yang bisa terhipnotis hanya orang yang memahami Bahasa Inggris saja. Sugesti disampaikan melalui kata-kata, dan kata-kata tersebut harus dipahami oleh orang yang dihipnotis.


Miskonsepsi : hipnotis bisa digunakan untuk memaksa seseorang secara halus sehingga mau melakukan sesuatu yang merugikan atau berbahaya.
Anda hanya bisa dihipnotis apabila anda bersedia mengikuti instruksi atau arahan ahli hipnotis sehingga anda memasuki kondisi trance (pikiran bawah sadar terbuka). Dalam kondisi hipnotis, Anda tidak akan kehilangan kendali atas pikiran anda. Kalau Anda tidak setuju atau tidak suka atau tidak mengerti maksud dari sugesti yang diberikan, pikiran bawah sadar Anda akan menolaknya. Sugesti yang bertentangan dengan keyakinan dan nilai dasar seseorang tidak akan berpengaruh sedikitpun. Misalnya Anda diberi sugesti untuk membenci nabi yang Anda yakini benar, maka sugesti ini tidak berpengaruh kepada Anda.


Miskonsepsi : "Saya tidak mau dihipnotis karena takut dibuat malu. Saya tidak mau ditertawakan orang sebab melakukan kekonyolan ketika dihipnotis."
Hal tersebut hanya terjadi dalam stage hipnotis atau hipnotis untuk hiburan. Dalam praktek hypnotherapy, Anda tidak akan diperintahkan untuk melakukan sesuatu yang tidak Anda inginkan. Orang yang bersedia dihipnotis untuk melakukan hal-hal lucu sebenarnya juga sudah mengizinkan dirinya untuk melakukan perilaku lucu tersebut. Seorang stage hipnotist selalu meminta izin dari sukarelawan yang akan hipnotis. Tanpa izin dan kesediaan orang yang bersangkutan, hipnotis tidak akan terjadi.


Miskonsepsi : hipnotis berasal dari kekuatan supranatural.
Sejak abad 18, lembaga kedokteran Perancis yang dipimpin Benjamin Franklin telah membuktikan dan menyatakan bahwa hipnotis (saat itu disebut sebagai Mesmerism) seperti yang dilakukan oleh Mesmer bukan karena adanya kekuatan gaib atau supranatural. Yang berperan dalam hipnotis adalah sugesti dan imajinasi subyek sendiri. Kondisi hipnotis adalah kondisi alami manusia yang dicapai dengan teknik induksi untuk membuat pikiran sadar ber-istirahat. hipnotist (orang yang bisa menghipnotis) tidak perlu kekuatan supranatural agar bisa menghipnotis orang lain.


Miskonsepsi : Saya takut tidak bisa bangun dari kondisi hipnotis.
Hipnotis sangat aman untuk siapapun. Sepanjang sejarah hipnotis, tidak ada orang tidak bisa bangun dari kondisi hipnotis. Kadang memang orang yang sedang dalam trance hipnotis tidak bersedia dibangunkan karena dia menikmati kondisi hipnotis yang sangat nyaman dan damai. Kalaupun subjek tidak mau dibangunkan, maka dia akan bangun dengan sendirinya setelah puas merasakan pengalaman damai tersebut. Dalam kondisi hipnotis, Anda bisa bangun seketika apabila Anda terancam bahaya.


Miskonsepsi : Saya ini orang hebat, tidak mungkin bisa dihipnotis..!
Ada anggapan bahwa orang yang bisa dihipnotis adalah orang yang lemah pikirannya. Anggapan ini salah besar. Orang yang lemah pikirannya, kurang ilmu, kurang pengalaman, dan IQ-nya rendah memang mudah ditipu, tetapi orang seperti ini malah sulit dihipnotis. Orang dengan gangguan mental yang parah juga mustahil untuk dihipnotis. Untuk memasuki kondisi hipnotis, seseorang perlu konsentrasi dan menggunakan imajinasinya. Orang yang punya kemampuan konsentrasi tinggi lebih mudah dalam memasuki kondisi hipnotis. Jadi jangan berbangga diri jika Anda merasa tidak bisa dihipnotis. Perlu juga Anda ingat bahwa Anda hanya bisa dihipnotis jika Anda menginginkan.


Miskonsepsi : Dari seluruh populasi manusia, Hanya 20% orang yang bisa dihipnotis dengan cepat dan mudah, yaitu orang dengan sugestibilitas tinggi.
Pendapat ini sudah ketinggalan jaman. Dengan teknik hipnotis yang ada saat ini, semua orang yang bersedia dihipnotis bisa dihipnotis dalam waktu singkat. Ada juga kepercayaan bahwa orang yang kritis dan analitis sulit dihipnotis atau membutuhkan waktu lama untuk memasuki kondisi hipnotis. Namun dengan teknik yang ada sekarang, orang yang kritis dan analitis malah mudah dihipnotis dalam waktu sangat cepat. Prinsipnya: semua orang bisa memasuki kondisi hipnotis dengan cepat asalkan bersedia mengikuti instruksi ahli hipnotis.


Miskonsepsi : Seumur hidup, saya belum pernah mengalami hipnotis.
Hipnotis adalah penembusan faktor kritis pikiran sadar dan diterimanya pemikiran atau sugesti tertentu (tanpa melalui proses analisa terlebih dahulu). Apabila kita mengacu pada pengertian di atas, maka kapanpun Anda menerima suatu informasi dan meyakini informasi itu benar tanpa berpikir panjang, maka sebenarnya Anda sudah mengalami hipnotis. Peristiwa seperti ini dinamakan waking hipnotis, atau hipnotis dalam kondisi sadar.
Anda dihipnotis setiap hari oleh iklan, berita, film, sinetron dan sumber informasi lain di sekitar Anda. Ketika Anda membaca novel atau menonton film, mengapa Anda merasakan tegang, cemas, sedih, gelora cinta dan emosi lain padahal Anda tahu bahwa yang Anda saksikan hanyalah cerita belaka? Ketika menonton film atau membaca novel, sebenarnya Anda mengizinkan diri Anda untuk terpengaruh oleh film atau cerita novel. Bayangkan betapa hambarnya jika Anda menonton film atau membaca novel tanpa ikut merasakan ceritanya. Iklan juga telah menghipnotis Anda untuk membeli produk yang diiklankan. Persepsi Anda tentang suatu produk dan keputusan Anda untuk membeli ditentukan apakah iklan itu "mengena" di pikiran Anda atau tidak. Film membentuk persepsi Anda tentang sesuatu atau seseorang. Para aktor dan aktris yang memerankan tokoh jahat dalam film sering dibenci orang secara tidak sadar.


Miskonsepsi : Hipnotis adalah cara yang tepat agar seseorang mengatakan sesuatu dengan jujur. Dalam kondisi hipnotis seseorang tidak bisa berbohong.
Dalam kondisi hipnotis, Anda tetap bisa berbohong. Bahkan Anda akan lebih pandai berbohong, karena kemampuan Anda untuk imajinasi dan mengarang cerita semakin hebat ketika dalam kondisi hipnotis. Oleh karena itu dalam aplikasi forensik, hipnotis tidak digunakan untuk mendapatkan pengakuan pelaku kejahatan. hipnotis berperan mengungkap kejahatan jika diterapkan kepada saksi atau korban. Dalam kondisi hipnotis, saksi atau korban kejahatan bisa menceritakan dengan sangat rinci tentang peristiwa yang dialaminya.


Miskonsepsi : Hipnotis adalah kondisi tidak sadar atau sama dengan tidur.
Hipnotis bukanlah tidur, bukan pula kondisi pingsan. Dalam kondisi hipnotis Anda tetap bisa mendengar semua suara di sekitar. Kemampuan Anda untuk mendengar pun jauh lebih sempurna dibanding dalam kondisi biasa, karena dalam kondisi hipnotis Anda tidak hanya mendengar dengan panca indera, tapi juga dengan pikiran bawah sadar Anda.


Miskonsepsi : hipnotis menyebabkan lupa ingatan.
Hipnotis tidak menyebabkan lupa ingatan. Malah sebaliknya, dalam kondisi hipnotis orang bisa belajar atau menghafal dengan sangat cepat. Kita juga bisa meningkatkan kemampuan konsentrasi kita melalui hipnotis. Miskonsepsi tentang hipnotis bisa menyebabkan lupa ingatan mungkin berasal dari tontonan stage hipnotis (hipnotis untuk hiburan) dimana seseorang bisa melupakan nama sendiri atau lupa angka tiga. Namun kelupaan ini hanya sementara. Setelah beberapa jam ingatan akan kembali seperti semula.
Kadang, apabila seseorang bangun dari kondisi hipnotis yang dalam, seseorang bisa saja tidak ingat apa saja yang dikatakan hypnotherapist selama hipnotis berlangsung. Namun biasanya ingatan lengkap akan muncul setelah beberapa jam. Tidak ada bahayanya sedikit pun dalam menggunakan hipnotis.


Miskonsepsi : "Saya tidak mau dihipnotis, karena tidak mau dikendalikan orang lain."
Hipnotis tidak bisa digunakan untuk menguasai pikiran Anda. Dalam kondisi hipnotis, pikiran bawah sadar anda hanya akan menuruti sugesti yang tidak berbahaya dan tidak bertentangan dengan keyakinan dan norma-norma yang anda anut. Pikiran bawah sadar mungkin akan menerima sugesti untuk lupa nama sendiri dan tidak bisa bergerak. Namun apabila anda disugesti atau diperintah untuk membenci orang yang anda cintai atau diperintahkan untuk lompat dari gedung, sugesti ini akan anda tolak dengan sempurna.


Hipnotis Untuk Melakukan Seks & Pemerkosaan, Mungkinkah?

Berkat simpang siurnya berita seputar kejahatan hipnotis di berbagai penjuru, ada banyak miskonsepsi yang harus saya jelaskan lebih dahulu tentang hipnotis atau hipnotisme. Artikel ini akan membongkar kebenaran yang sangat jarang sekali Anda temukan di luar sana, khususnya mengenai penggunaan hipnotisme dalam tujuan seks dan cabul. Hipnotisme tidak dapat memaksa orang untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keinginannya atau mengancam keselamatan diri. Jadi, sekalipun saya sudah berpengalaman ratusan jam melayani orang dalam terapi dan pelatihan hipnotis, saya tidak dapat memaksa Anda untuk, misalnya, melompat dari gedung tinggi, berlarian telanjang di tengah jalan, dsb.
Otak kita disusun sedemikian rupa sehingga memiliki dua pembagian besar, yakni Alam Sadar dan Alam Bawah Sadar. Segala sesuatu yang kita ketahui merupakan hal yang masuk melalui panca indera dan disimpan di dalam kedua bagian tersebut. Seiring pertumbuhan kedewasaan, otak kita mengembangkan kemampuannya untuk berpikir rasional dan kritis. Hal tersebut yang membuat kita mampu menimbang- nimbang dan mengambil keputusan. Ketika seseorang menghipnotis Anda, sugesti yang disampaikan akan meluncur ke dalam alam bawah sadar dan menciptakan reaksi-reaksi ajaib di sana. Walaupun demikian, alam sadar Anda akan tetap berfungsi dan akan mengambil alih kendali bila ada sugesti buruk yang disampaikan pada Anda. Sugesti buruk bisa berarti sesuatu yang tidak Anda inginkan, sesuatu yang bertentangan dengan moral Anda, sesuatu yang berbahaya, dsb.
Sesuai dengan penjelasan di atas, seseorang yang mengaku digendam, dihipnotis hingga melakukan perbuatan cabul tertentu sudah dipastikan sebenarnya sudah memiliki keinginan (minimal rasa penasaran) untuk melakukan perbuatan tersebut. Seorang pelaku hipnotis hanya menggali, mengeluarkan, memfasilitasi apa yang sudah ada terpendam di dalam korban. Bila seseorang tidak memiliki keinginan untuk bercinta atau jenis-jenis hubungan seksual lainnya dengan Anda, maka tidak peduli seberapa tinggi ilmu Anda atau seberapa banyak pengalaman Anda menghipnotis, Anda tidak akan bisa mendorongnya kepada hal-hal yang diinginkan. Pendeknya, kedua orang yang terlibat harus dalam kondisi mau sama mau.
Jika kondisi tersebut sudah tercipta, maka Anda bisa bereksperimen dengan apa saja yang bisa terpikir oleh Anda berdua. Semakin Anda berfokus untuk meningkatkan kepuasan bersama (bukannya untuk egois), semakin mudah Anda melakukan prosedur hipnotisme tersebut. Saya akan jelaskan sedikit bagaimana melakukannya dalam artikel ini.
Anda dapat memulainya dengan meminta pasangan Anda mengambil posisi yang nyaman, entah duduk atau berbaring. Lalu tanyakan apakah ia bersedia mencoba sesuatu yang baru dan mengikuti permainan Anda. Jika ia menyetujuinya, minta dia untuk menarik nafas yang panjang tiga sampai lima kali, lalu pada hembusan nafas yang terakhir, gunakan jari Anda untuk menutup kelopak matanya dengan lembut, sambil berkata “Bagus sekali, sekarang tutup mata… dan biarkan seluruh tubuh lepas, rileks.”
Ucapakan kalimat tersebut dengan sangat perlahan, menggunakan suara yang lembut dan setengah berbisik. Ketenangan tersebut, dipadu dengan struktur kalimat, akan mengirimkan gelombang relaksasi yang sangat menyenangkan ke seluruh tubuh pasangan Anda. Bahkan kadang ia akan merasa merinding menjalar ke leher dan punggungnya. Tipe relaksasi seperti itu akan memicu reaksi kimia di otak yang membuat kita merasa aman dan melepaskan kendali. Semakin Anda mendramatisasi prosedur di atas (misalnya, dengan meredupkan lampu terlebih dahulu, memasang lilin aromaterapi, menyalakan lagu
jazz, dsb), semakin pasangan Anda akan terbuai tenggelam, sekaligus menikmati sugesti dari Anda.
Jika sudah sampai pada titik ini, Anda bebas untuk membuatnya mengimajinasikan hal-hal erotis apapun yang bisa membuat aktifitas seks Anda jauh lebih menyenangkan, termasuk membuatnya orgasme hanya lewat kata-kata dan berbagai keajaiban lainnya. Hipnotisme untuk keperluan seks seperti di atas sangat mungkin dilakukan, bahkan saya menganjurkannya agar para pasangan berlatih menggunakannya untuk semakin meningkatkan kualitas hubungan mereka. Contoh: Seorang pria dapat membantu kekasihnya untuk lebih mudah mengalami orgasme dengan cara induksi relaksasi dan hipnotis. Seorang wanita juga dapat menggunakan hipnotis untuk membantu sang kekasih untuk mempertahankan ereksi dan menunda ejakulasi agar keduanya dapat bercinta dengan lebih lama.
Sekalipun saya belum memberitahu teknik-teknik menaruh sugesti ajaib itu (hanya bisa dipelajari dalam pelatihan-pelatihan hipnotis yang saya lakukan setiap bulannya), induksi relaksasi yang saya beritahu sudah cukup untuk membawa kesegaran baru dalam petualangan cinta Anda. Jadi sekali lagi, mungkinkah hipnotis untuk seks dan cabul? Tentu saja, asalkan Anda dengan si dia memang bersepakat dan mau sama mau.

 
Photography Templates | Slideshow Software