Latihan Menghipnotis Teman

Pada tahap ini, saya harap Anda sudah menghabiskan waktu berlatih latihan awal menghipnotis diri sendiri dari artikel Self Hypnosis. Jika belum, saya sarankan untuk kembali lagi dan berlatih belasan kali di sana Sudah? Bagus. Kini seharusnya Anda sudah memiliki cukup keberanian untuk mencoba menghipnotis orang lain untuk keperluan terapi.
Berikut adalah beberapa tips yang perlu Anda perhatikan untuk meningkatkan keberhasilan terapi:
Cari sahabat atau kenalan Anda yang mengalami kebiasaan buruk tertentu atau ingin memperbaiki sikap mentalnya yang kurang baik. Kasus-kasus yang bagus untuk latihan adalah tidak percaya diri atau minder, sulit konsentrasi, cepat lelah, takut presentasi, atau kecemasan performa lainnya. Sesuai dengan pengalaman Anda selama ini, ingat baik-baik bahwa semua orang bisa dihipnotis, asalkan ia bersedia melakukan. Jika subyek Anda bersedia namun masih kesulitan merasakan trance, kemungkinan besar karena ia masih memiliki mispersepsi atau ketakutan tentang hipnotis. Bereskan halangan ini hingga tuntas sebelum memulai proses terapi.
Mulai hipnotis dengan dua atau tiga buah tes sugestibilitas. Jelaskan apa yang akan terjadi dengan masing-masing tes agar subyek Anda terbangun ekspektasinya. Anda juga dapat mengkombinasikan tes sugestibilitas dengan autogenic trance dan induksi relaksasi progresif.
Anda bisa mengingatkan subyek Anda, “Yang melakukan hipnotis adalah diri Anda sendiri. Saya tidak menghipnotis Anda ataupun mengendalikan tubuh Anda. Anda sendiri yang melakukannya dengan cara mengikuti sugesti saya satu per satu. Jika Anda mengerti maksud saya, anggukkan kepala.” Dengan demikian, Anda memastikannya untuk mengerti dan menuruti setiap arahan yang Anda berikan.
Anda juga dapat menambah efek trance dengan cara menyentuhnya, dengan lembut atau tegas, sesuai dengan sugesti yang diberikan. Misalnya menekan lengannya dengan lembut ketika berkata, “Ijinkan otot Anda… melemas, lepas…” Rata-rata hampir semua orang sudah pernah melihat di TV tentang hipnotis yang menjentikkan jari, jadi gunakan juga hal itu untuk memberi penekanan pada induksi atau sugesti.
Jika subyek Anda ternyata cukup sulit diinduksi, jangan tunjukkan hal tersebut kepadanya. Kendalikan emosi dan suara Anda, tetap percaya diri dan menggunakan banyak pujian dan dorongan seperti, “Ya tepat sekali, perlahan-lahan saja, sedikit demi sedikit seperti itu…” sekalipun Anda belum melihat respon yang sesuai.
Beri sebanyak mungkin convincers agar subyek Anda tenggelam semakin dalam, lalu tanam sugesti terapi Anda berulang-ulang. Semakin banyak, semakin baik.



Terjemahkan Dalam Bahasa: by

Baca juga ini:



0 komentar:

Poskan Komentar

 
Photography Templates | Slideshow Software