4 Element Terapi Hipnotis

Hipnoterapi dapat digunakan untuk memodifikasi perilaku, emosi, dan memori, serta berbagai kondisi kebiasaan manusia yang kurang bermanfaat. Namun untuk menjamin kekuatan dari sebuah terapi hipnotis, maka Anda wajib mengikutsertakan keempat elemen berikut ini.
Perhatikan bahwa ini bukanlah tahap atau urutan. Keempat elemen ini terjadi seperti siklus yang terulang di sepanjang proses terapi hipnotis.
Relaksasi.
Hilangkan rasa takut dan halangan psikologis lainnya karena hal-hal tersebut bisa mengganggu tingkat kedalaman hipnotis. Ketika melayani orang lain, bicarakan terlebih dahulu apa yang ia ketahui tentang hipnotis. Jelaskan dan luruskan jika ia memiliki miskonsepsi tentang hipnotisme, terutama tentang tidak benar-benar tertidur, tidak adanya kehilangan kesadaran dan hal-hal lain. Selidiki hal-hal apa saja yang membuatnya rileks dan damai. Ini berguna sebagai referensi Anda ketika menuntunnya dalam induksi. Anda bisa juga memintanya mengisahkan tentang satu dua pengalaman yang menyenangkan karena itu akan membuatnya merasa lebih rileks. Pastikan juga ia berada di posisi tubuh yang aman dan nyaman agar tidak mengganggu konsentrasi ketika berada di tengah proses hipnotis. Di sepanjang terapi, perhatikan jika ada situasi atau tanda-tanda ketidaknyamanan pada tubuhnya dan berikan penanganan yang sesuai, baik lewat utilisasi, sugesti verbal maupun mengubah posisi bagian yang terganggu tersebut.
Konsentrasi.
Seperti yang sudah Anda ketahui, ini adalah bagian terpenting yang wajib dijaga dengan baik dalam proses terapi. Hal paling sederhana yang bisa Anda lakukan adalah terus-menerus menyibukkannya lewat berbagai induksi pada kelima panca indera. Tiga hal lain yang bisa Anda lakukan: sugesti ideomotor, convincers, dan pendalaman (deepening). Semakin rajin dilakukan, semakin konsisten (atau bahkan bertambah) tingkat konsentrasi subyek Anda.
Instalasi.
Elemen instalasi hipnotis berisi sejumlah akfivitas berikut ini: membongkar akar permasalahan, mennyembuhkan/melepaskan luka emosi yang terpendam, dan menanamkan sugesti dan visualisasi ke arah yang diinginkan oleh subyek. Ada banyak ahli hipnotis yang mengatakan bahwa elemen ini baru bisa dilakukan ketika subyek sudah memasuki tingkat kedalaman trance alpha-bawah atau theta-atas. Saya pribadi menganggap tidak penting subyek ada di tingkat kedalaman mana; instalasi wajib dilakukan pada setiap tingkat kedalaman, termasuk tingkat beta (setelah subyek sadar dari hipnotis).
Repetisi.
Anda wajib untuk terus mengulang-ulang induksi, konsentrasi, dan relaksasi sebanyak mungkin karena repetisi akan menanamkan pengaruh dengan lebih efektif di alam bawah sadar seseorang. Sebagai penghipnotis, Anda mungkin akan merasa bosan dan aneh, tapi bagi subyek Anda, repetisi tersebut adalah cara yang terbaik untuk memahami sesuatu. Bayangkan saja Anda seperti sedang menasehati orang yang sangat bebal atau memijat otot yang keras kejang. Terus yakinkan alam bawah sadarnya belasan, puluhan kali karena semakin sering diyakinkan, semakin kuat impresi yang diterima. Jangan lupa untuk menyampaikan satu arahan dan ide Anda berulang kali dengan cara-cara yang berbeda.


Terjemahkan Dalam Bahasa: by

Baca juga ini:



0 komentar:

Poskan Komentar

 
Photography Templates | Slideshow Software