Indikator Trance

Ada dua kategori indikator trance yang umumnya ditemui dalam setiap proses hipnotis: indikasi perilaku dan indikasi emosional. Keduanya saling mempengaruhi dan menciptakan bukti fisik yang dapat dilihat oleh mata telanjang asalkan Anda tahu harus melihat kemana.
Karena minimnya gerakan tubuh dari subyek, maka Anda perlu mengembangkan kemampuan observasi Anda, sebagaimana terus mengingatkan diri bahwa setiap orang memberikan respon yang berbeda-beda. Berikut adalah daftar hal-hal yang perlu Anda perhatikan;
Terfokus, nyaman, gerakan tubuh minim.
Subyek terlihat berada dalam kondisi yang begitu rileks, sekalipun perhatiannya terfokus pada sebuah titik yang sudah disepakati ataupun suara sang hipnotis. Bola mata tidak bergerak sebebas biasanya, seolah-olah terkunci dan terlihat kering. Ukuran pupil subyek, yakni bagian hitam di tengah bola matanya, cenderung berubah membesar seiring mereka rileks, masuk ke dalam trance.
Kelopak mata berkedut, bergerak layu.
Ini dimulai dengan perubahan refleks kedipan mata, semakin melambat sampai akhirnya nyaris tidak berkedip sama sekali atau disebut mengalami proses katalepsi. Bila ini terjadi, arahkan klien untuk menutup matanya agar dapat merasa nyaman dan meluncur ke trance yang lebih dalam.
Fitur wajah mengendur.
Kulit dan struktur wajah klien akan berubah menjadi lebih mengendur, simetris dan seimbang, seperti seseorang yang sedang tidur. Kadang klien juga mengalami kedutan otomatis pada otot wajah mereka sebagai indikator tubuhnya sedang melakukan proses relaksasi.
Lambat atau tidak bisa menjawab.
Ini sangat umum terjadi bila klien berada pada tingkat trance yang dalam. Mulai dari membutuhkan waktu lama untuk merespon, sampai tidak bisa dikejutkan oleh suara-suara yang keras. Satu hal lain yang terkait adalah klien sering melakukan refleks menelan udara atau liur lebih banyak daripada biasanya.
Perubahan warna dan suhu badan menurun. I
ni cukup halus, namun dapat dideteksi dengan baik. Ketika klien masuk dalam trance, darah mengalir lebih bebas sehingga kulit terlihat lebih berwarna atau gelap, terutama di bagian tangan dan wajah. Kadang kebalikannya terjadi, kulit menjadi lebih pucat karena darah melalui pembuluh itu terlalu cepat. Kedua respon ini normal dan dapat terjadi bergantian.
Denyut nadi melambat.
Hal ini dapat diamati tanpa perlu menyentuh klien, yakni memperhatikan denyutan halus yang ada di sisi leher di bawah dagunya. Pada saat-saat tertentu, denyut tersebut dapat sejenak meningkat kecepatannya, khususnya apabila klien sedang mengalami imajinasi yang melibatkan ketegangan, semangat, atau rasa takut.


Terjemahkan Dalam Bahasa: by

Baca juga ini:



0 komentar:

Poskan Komentar

 
Photography Templates | Slideshow Software